Berdasarkan Laporan Registrasi Kanker Berbasis Rumah Sakit (RKBR) RSUP Dr. Sardjito hingga Januari 2026, dari total 102.688 kasus yang terhimpun sebagai calon predatabase periode 2008–2022, sebanyak 55.230 kasus telah terkonfirmasi sebagai kanker dan tercatat dalam database registri. Distribusi berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa mayoritas penderita adalah perempuan sebesar 63,2% (34.895 kasus), sedangkan laki-laki sebesar 36,8% (20.335 kasus).
Berdasarkan kelompok usia, sebagian besar penderita berada pada rentang usia 51–60 tahun, yaitu sebesar 27,93% (n=15.425). Dari aspek stadium, mayoritas kasus terdiagnosis pada stadium lanjut, dengan proporsi tertinggi pada stadium 4 sebesar 40,3% (n=5.720). Rincian distribusi data selanjutnya disajikan sebagai berikut:

Sepanjang periode tahun 2008–2022, kasus kanker dengan proporsi terbanyak meliputi kanker payudara (18,86%; n=10.417), kanker serviks (7,31%; n=4.036), kanker kolorektal (7,19%; n=3.971), kanker ovarium (4,93%; n=2.726), serta kanker trakea, bronkus, dan paru (4,77%; n=2.634). Secara umum, kelima jenis kanker tersebut secara konsisten menjadi kelompok kanker dengan jumlah kasus tertinggi selama periode pengamatan.

Berdasarkan tren per tahun kejadian, kanker payudara secara konsisten menempati peringkat pertama dengan peningkatan jumlah kasus dari 1.878 (2008–2012) menjadi 3.967 (2013–2017) dan 4.572 (2018–2022). Kanker serviks meningkat dari posisi ketiga menjadi kedua pada periode 2013–2017, namun pada periode 2018–2022 berada di bawah kanker kolorektal dengan jumlah kasus yang relatif sebanding.
Kanker kolorektal menunjukkan peningkatan yang konsisten hingga menempati peringkat kedua pada periode terakhir, diikuti kanker ovarium dan kanker trakea, bronkus, serta paru yang juga mengalami peningkatan. Sementara itu, kanker nasofaring, tiroid, leukemia limfoblastik akut, dan limfoma non-Hodgkin tetap berada dalam sepuluh besar dengan tren yang relatif stabil.
Berdasarkan data diagnosis kanker tahun 2008-2022, distribusi 5 diagnosis terbesar adalah sebagai berikut:
- kanker payudara

Kanker yang paling banyak terdiagnosis dalam database Registrasi Kanker Berbasis Rumah Sakit (RSUP Dr. Sardjito/FK-KMK UGM) periode 2008–2022 adalah kanker payudara, dengan jumlah 10.417 kasus atau 18,86% dari seluruh kasus kanker. Distribusi berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa kasus lebih banyak ditemukan pada perempuan (99,3%) dibandingkan laki-laki (0,7%). Mayoritas penderita terdiagnosis pada kelompok usia 41–60 tahun (34,01%; n=3.543), sementara sebanyak 219 kasus (3%) terdiagnosis pada usia ≤ 30 tahun.
Berdasarkan data stadium yang tersedia (29,39%; n=3.061), sebagian besar kasus terdiagnosis pada stadium lanjut, dengan proporsi tertinggi pada stadium 4 (42,9%; n=1.312). Dari aspek morfologi, sebanyak 70,11% kasus (n=6.300) merupakan tipe karsinoma duktal invasif. Selain itu, dari 86,26% kasus yang terkonfirmasi melalui pemeriksaan patologi anatomi (n=8.986), mayoritas menunjukkan derajat diferensiasi buruk, yaitu sebesar 69,65% (n=4.001).
- kanker serviks

Kanker terbanyak kedua dalam database Registrasi Kanker Berbasis Rumah Sakit (RSUP Dr. Sardjito/FK-KMK UGM) periode 2008–2022 adalah kanker serviks, dengan proporsi sebesar 7,31% (n=4.036). Mayoritas penderita terdiagnosis pada kelompok usia 41–60 tahun, yaitu sebesar 66,37% (n=2.679), sementara sebanyak 1,59% (n=64) terdiagnosis pada usia ≤30 tahun.
Berdasarkan data stadium yang tersedia (76,11%; n=3.072), sebagian besar kasus terdiagnosis pada stadium 2 sebesar 44,2% (n=1.359), diikuti stadium 3 sebesar 37,4% (n=1.150). Dari aspek morfologi, sebagian besar penderita terdiagnosis dengan tipe karsinoma sel skuamosa (57,89%; n=2.024). Selain itu, dari data diferensiasi histologi yang tersedia, mayoritas kasus menunjukkan derajat diferensiasi buruk, yaitu sebesar 53,2% (n=1.174).
- kanker kolorektal

Berdasarkan database Registrasi Kanker Berbasis Rumah Sakit (RSUP Dr. Sardjito/FK-KMK UGM) periode 2008–2022, kanker kolorektal merupakan kanker dengan jumlah kasus terbanyak ketiga, yaitu sebesar 7,19% (n=3.971). Distribusi berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa kasus lebih banyak ditemukan pada laki-laki (53,1%) dibandingkan perempuan (46,9%). Mayoritas penderita terdiagnosis pada kelompok usia 51–70 tahun (54,49%; n=2.164), namun terdapat pula 3,82% kasus (n=152) yang terdiagnosis pada usia ≤30 tahun.
Berdasarkan data stadium yang tersedia (30,62%; n=611), sebagian besar kasus telah terdiagnosis pada stadium lanjut, dengan proporsi tertinggi pada stadium 4 sebesar 50,2%. Dari aspek morfologi, sebanyak 84,83% kasus (n=2.863) merupakan adenokarsinoma. Selain itu, dari 84,99% kasus dengan hasil pemeriksaan patologi anatomi yang tersedia (n=3.375), sebanyak 48,5% menunjukkan derajat diferensiasi jaringan yang baik (n=1.297).
- kanker ovarium

Kasus kanker terbanyak keempat dalam database Registrasi Kanker Berbasis Rumah Sakit (RSUP Dr. Sardjito/FK-KMK UGM) periode 2008–2022 adalah kanker ovarium, dengan proporsi sebesar 4,93% (n=2.726). Mayoritas penderita terdiagnosis pada kelompok usia 41–60 tahun, yaitu sebesar 62,1% (n=1.693), sedangkan sebanyak 8,88% (n=242) terdiagnosis pada usia ≤30 tahun.
Berdasarkan data stadium yang tersedia (56,27%; n=1.534), sebagian besar kasus terdiagnosis pada stadium 3 sebesar 36,37% (n=558). Dari aspek morfologi, jenis yang paling banyak ditemukan adalah kistadenokarsinoma serosum sebesar 17,46% (n=425). Selain itu, pada 89,29% kasus yang diagnosisnya terkonfirmasi melalui pemeriksaan patologi anatomi (n=2.434), mayoritas menunjukkan derajat diferensiasi jaringan yang buruk, yaitu sebesar 65,53%.
- kanker trakea, bronkus, dan paru

Berdasarkan database Registrasi Kanker Berbasis Rumah Sakit (RSUP Dr. Sardjito/FK-KMK UGM) periode 2008–2022, kanker trakea, bronkus, dan paru merupakan kanker dengan jumlah kasus terbanyak kelima, yaitu sebesar 4,77% (n=2.634). Distribusi berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa kasus lebih banyak ditemukan pada laki-laki (61,27%) dibandingkan perempuan (38,27%). Mayoritas penderita terdiagnosis pada kelompok usia 51–70 tahun (60,44%; n=1.591), namun terdapat pula 1,06% kasus (n=28) yang terdiagnosis pada usia ≤30 tahun.
Berdasarkan data stadium yang tersedia (42,10%; n=1.109), sebagian besar kasus telah terdiagnosis pada stadium lanjut, dengan proporsi tertinggi pada stadium 4 sebesar 90,1%. Dari aspek morfologi, sebanyak 60,58% kasus (n=1.437) merupakan adenokarsinoma. Selain itu, dari 90,05% kasus dengan hasil pemeriksaan patologi anatomi yang tersedia (n=2.372). Ketersediaan informasi stadium pada 5,99% data, sebanyak 48,58% menunjukkan derajat diferensiasi jaringan yang buruk (n=69).



